Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Dialog terbuka memperingati HUT Lembaga Pers Dr. Seopomo

Dialog terbuka memperingati HUT Lembaga Pers Dr. Seopomo Mohammad Nuh Ketua Dewan Pers memaparkan bahwa media itu harus asik bukan sebagai kompor perpecahan pada dialog Bisnis media di era revolusi industry 4.0 yang di buat oleh Lembaga Pers Dr. Seopomo (LPDS) di Hall Dewan Pers, Jakarta, selasa (23/07). “ media tidak menjadi kompor yang menjadikan perpecahan, tapi menjadi asik” kata Nuh pada dialog di Halll Dewan Pers. Memang pada masa ini media cendrung bukan menjadi suatu alat perdamain malah menjadi kompor yang menyulut perpecahan. Media yang dasarnya adalah sebagai pemberi informasi yang baik kepada masyarakat tapi malah menjadi biang keladi perpecahan, itulah yang menjadi musuh media pada saat ini. Media yang baik akan menciptakan sebuah populasi masyrakat yang baik juga. Selain membahas tentang media yang bukan menjadi kompor perpecahan, dialog ini juga membahas tentang bagaimana transformasi media cetak di era 4.0 ini yang di sampaikan Direktur utama Tempo...

Tri Agung Kristanto : Media cetak harus kreatif

Tri Agung Kristanto : Media cetak harus kreatif Wakil Pemimpin Redaksi (WAPEMRED) Kompas, Tri Agung Kristanto mengemukakan persepsi tentang media cetak harus kreatif pada dialog bebas di peringatan ulang tahun Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) , Jakarta, Selasa (23/07). “Koran atau media cetak akan tetap hidup, dengan harus mengedepankan kreatifitas” ujar Tri pada dialog terbuka di Gedung Pers, Jakarta. Persepsi itu muncul karna pada saat ini media yang ada banyak gulung tikar atau berhenti beroperasi. Pembahasan meluas bahwa media cetak pada era ini harus lah kreatif agar tetap eksis dan tidak tergerus zaman seperti yang di katakana oleh mas Tri di awal pertemuan. Media cetak saaat ini lebih ke arah monoton dan tidak mengembangkan ke kreatifitasan yang menjadi dasar media cetak agar berkurang peminat dan menjamurnya media daring. Pemaparan dari mas Tri juga di kuatkan dengan data – data yang di berikan pada dialog terbuka tersebut, bagaima...

Mengenal lebih jauh Jurnalisme Damai bersama L.R.Baskoro

Mengenal lebih jauh Jurnalisme Damai Pelatihan tentang jurnalisme baru – baru ini di selenggarakan oleh Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) di   Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)   , Kebayoran Baru , Jakarta, pada Rabu (17/7) dan membahas tentang Jurnalisme Damai. Jurnalisme pada dasarnya alat untuk menyebarkan informasi kepada khalyak, namun pada saat ini jurnalisme juga sebagai alat untuk menengahkan konflik. Itulah yang menjadi tema yang akan di bawakan oleh L.R. Baskoro selaku pemateri dari LPDS, pembahasan awal di mulai dengan pemaparan apasaja yang selalu muncul di peliputan konflik. “jurnalisme damai seharusnya menyajikan bahasan yang bukan menjadi pemanas konlik tapi sebaliknya” ujar L.R. Baskoro. Lalu pada pembahasan selanjutnya bahasan lebih meluas tentang bagaimana jurnalisme damai bekerja, seperti tidak menonjolkan perdebatan , tidak mengeksploitasi kekerasan dan masih banyak lagi. Seperti di pemaparan tersebut bahwasahnya jurnalisme damai h...

Pelatihan Jurnalistik oleh LPDS

Pelatihan Jurnalistik oleh LPDS Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) melakukan pelatihan jurnalistik konflik sosial kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Rabu 17 juli 2019 di Mini Teater lantai 5 UHAMKA. “ Pelatihan ini merupakan acara yang di selenggarakan oleh LPDS untuk memperingati ulang tahun kita yang ke 31, dan tidak semua institusi bisa mendapatkan pelatihan jurnalistik ini” tutur Hendrayana selaku Direktur Eksekutf Lembaga Pes Dr. Soepomo pada pidato pembuka. Pembukaan pelatihan ini juga di buka dengan sambutan oleh Dekan FISIP UHAMKA, Bapak Said Ramadhan. Rangkain pada pelatiha ini dibagi dengan 3 sesi, pada sesi pertama membahas tentang Hukum pers dan UU Pers. Sesi ini di bawakan oleh Hendaraya SH, MH dan   berjalan dengan menarik karna mahasiswa mendapat permaparan tentang undang – undang yang ada di Indonesia mengenai pers, selain itu di paparkan tentang pasal yang sering menjerat pengguna media sosial yaitu bab   XVI KHUP mu...

Pesta pemilu raya UHAMKA

Pesta Pemilu raya UHAMKA Pemilu raya yang sedang di laksanakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka,Kamis (11/7) mendapat respon bagus dari para mahasiswa terutama mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).   Para mahasiswa ikut ambil andil dalam pencoblosan yang sedang berlangsung dengan sangat antusias, banyak dari mahasiswa hanya datang untuk menggunakan hak suaranya dalam pemilu raya tersebut. “ kita sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mensukseskan pemilu raya di uhamka ini dan jangan sampai golput, karna suara mu untuk Uhamka yang berdaulat” ujar Rendy Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah. Suara mahasiswa yang di gunakan adalah suara yang sangat berpengaruh unutk Uhamka kedepannya, maka dari itu banyak mahasiswa yangmembela-belakan untuk datang hanya untuk mencoblos saja. Sehari sebelum acara ini berlangsung memang banyak sekali kendala – kendala yang di hadapi oleh KPUD karna memang pusat dari KPU sendiri berada di FKI...