Langsung ke konten utama

Pelatihan Jurnalistik oleh LPDS


Pelatihan Jurnalistik oleh LPDS

Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) melakukan pelatihan jurnalistik konflik sosial kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Rabu 17 juli 2019 di Mini Teater lantai 5 UHAMKA.

“ Pelatihan ini merupakan acara yang di selenggarakan oleh LPDS untuk memperingati ulang tahun kita yang ke 31, dan tidak semua institusi bisa mendapatkan pelatihan jurnalistik ini” tutur Hendrayana selaku Direktur Eksekutf Lembaga Pes Dr. Soepomo pada pidato pembuka. Pembukaan pelatihan ini juga di buka dengan sambutan oleh Dekan FISIP UHAMKA, Bapak Said Ramadhan.

Rangkain pada pelatiha ini dibagi dengan 3 sesi, pada sesi pertama membahas tentang Hukum pers dan UU Pers. Sesi ini di bawakan oleh Hendaraya SH, MH dan  berjalan dengan menarik karna mahasiswa mendapat permaparan tentang undang – undang yang ada di Indonesia mengenai pers, selain itu di paparkan tentang pasal yang sering menjerat pengguna media sosial yaitu bab  XVI KHUP mulai pasal 310 – 312.

Pada sesi 1 juga  membahas 3 macam penghinaan yang sering di kasuskan kepada pengguna media sosial, yang pertama itu pencemaraan nama baik, kedua fitnah, dan terkahir kabar bohong atau “kabar tidak pasti”. Lanjut pada sesi 2 mahasiswa di suguhkan dengan “Konflik sosil, peta dan data pemberitaan” yang di bawakan oleh Priyambodo RH.

Sesi kedua membahas tentang awal mula dari konflik sosial dan juga macam – macam konflik sosial. Selain itu pada sesi ini juga membahas tentang bagaimana kita harus skeptis dan selalu mencari data dan meriset data terlebih dahulu, kita sebagai mahasiswa jurnalistik yang akan menjadi seorang jurnalis harus selalu mencari cek fakta di lapangan , wawancara dengan narasumber dan perkuat data refrensi maupun data aktual
.
Pelatihan lalu di lanjutkan pada sesi ketiga yang membahas tentang Jurnalisme Damai yang di bawakan oleh L.R. Baskoro, pembahasan pada sesi ini di mulai dengan tentang bagaimana peran seorang wartawan yang harus membuat pemberitaan yang tidak menimbulkan konflik tetapi mendamaikan konflik yang terjadi.

Setelah semua sesi selesai di bawakan berakhirlah rangkaian acara Pelatihan Jurnalistik Konflik Sosial oleh LPDS , dan di lanjutkan dengan foto bersama dan sesi pemberian buah tangan dari FISIP UHAMKA ke LDPS dan sebaliknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Plastik, Untuk Bumi Yang Lebih Baik

Akun Instagram Komunitas Plastik Untuk Kebaikan Pada saat ini, masalah lingkungan bisa dijadikan sebagai momok yang paling menghantui masyarakat. Sebab, jika dilihat sudah banyak yang terdampak dari masalah yang terjadi   akibat rusaknya lingkungan. Mulai dari pemanasan global, longsor, bahkan sampai kebakaran lahan. Namun, yang banyak menjadi sorotan adalah permasalahan lingkungan yang berbau dengan sampah, terkhusunya sampah plastik. Masalah sampah plastik menjadi momok diberbagai negara, khususnya indonesia. Menurut Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, hasil ini diambil pada tahun 2019. Dari data tersebut, bisa kita lihat kalau permasalahan sampah plastik merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan, terlebih plastik merupakan bahan yang susah untuk dilebur atau di hancurkan oleh, butuh beberapa tahun untuk menleburkannya. Ditengah masalah sampah plastik ...

The Guardians Taklukan Macan Kemayoran di PTIK

 Squad persija sedang melakukan diskusi sebelum pertandingan. Persija Jakarta harus mengakui kekalahan 3-0 atas Bhayangkara FC pada lanjutan pekan ke-30 Liga 1 2019, di stadion PTIK, Kebayoran, Jakarta, Rabu (04/12/19). Bhayangkara FC sukses memenangkan pertandingan melalui sepakan kaki Adam Alis (22) , Herman Dzumafo (28) dan Lee Yujun (36). Pada menit ke 57 Persija Jakarta harus bermain dengan 10 orang pemain karna Ryuji Utomo harus di ganjar dengan kartu merah. Herman Dzumafo yang sedang kesakitan akibat berbenturan dengan pemain persija. Squad asuhan Tavares sebenarnya memiliki efektivitas serangan lebih baik di bandingkan dengan squad asuhan Paul Munster, namun karna faktor kosentrasi akibat gol Adam Alis yang mengakibatkan terjadinya gol gol berikutnya. ".... kita kehilangan kosentrasi akibat 3 gol yang terjadi dalam waktu lebih dari 7 menit..... Selain itu juga tidak berjalannya taktik dengan baik" ujar Edson Tavares pada konfrensi pers. Paul Muns...