Dialog terbuka memperingati HUT Lembaga Pers Dr.
Seopomo
Mohammad Nuh Ketua Dewan
Pers memaparkan bahwa media itu harus asik bukan sebagai kompor perpecahan pada
dialog Bisnis media di era revolusi industry 4.0 yang di buat oleh Lembaga Pers
Dr. Seopomo (LPDS) di Hall Dewan Pers, Jakarta, selasa (23/07).
Media yang dasarnya
adalah sebagai pemberi informasi yang baik kepada masyarakat tapi malah menjadi
biang keladi perpecahan, itulah yang menjadi musuh media pada saat ini. Media yang
baik akan menciptakan sebuah populasi masyrakat yang baik juga.
Selain membahas tentang
media yang bukan menjadi kompor perpecahan, dialog ini juga membahas tentang
bagaimana transformasi media cetak di era 4.0 ini yang di sampaikan Direktur
utama Tempo Thoriq Hadad. Pemabahasan mengenai transformasi media di era 4.0
tentang bagaimana kondisi media cetak pada saat ini, lalu masa depan media
cetak itu sendiri.
Pembahasan kembali meluas
kepada bagaimana cara merespon era baru ini. “ penerbit yang tidak beradaptasi
akan bangkrut” ujar Thoriq pada dialog terbuka tersebut. Media media yang tidak
mengikuti zaman akan tergerus dan akan tersingkirkan, sebab adanya playing
field karna adanya nilai – nilai bisnis baru dan cara – cara bisnis baru.
Setelahnya pembahasan
lanjut kepad tema kompas dan masa depan media yang di bawakan oleh wakil
pemimpin redaksi kompas Tri Agung Kristanto. Tri memaparkan bahwa media cetak
harus kreatif dan jangan mengambil langkah yang salah, sebab banyaknya media
yang gulung tikar karna salah mengambil langkah.
Pada sesi terakhir
diadakann sesi tanya jawab dari para audience ke narasumber, setelahnya acara
di tutup dengan penyerahan simbolis kepada para narasumber dan makan siang
bersama.

keren
BalasHapus